Nabi Musa as. yang ditegur

Posted in Nabi Musa as, Nabi Musa as yang ditegur on Agustus 24, 2009 by ullumiddin

Pada zaman Nabi Musa as dahulu, hidup seorang gembala yang bersemangat bebas. Ia tidak punya uang dan tidak punya keinginan untuk memilikinya. Yang ia miliki hanyalah hati yang lembut dan penuh keikhlasan; hati yang berdetak dengan kecintaan kepada Tuhan. Sepanjang hari ia menggembalakan ternaknya melewati lembah dan ladang melagukan jeritan hatinya kepada Tuhan yang dicintainya, “Duhai Pangeran tercinta, di manakah Engkau, supaya aku dapat persembahkan seluruh hidupku pada-Mu? Di manakah Engkau, supaya aku dapat menghambakan diriku pada-Mu? Wahai Tuhan, untuk-Mu aku hidup dan bernafas. Karena berkat-Mu aku hidup. Aku ingin mengorbankan domba-Ku ke hadapan kemuliaan-Mu.”

Suatu hari, Nabi Musa as melewati padang gembalaan tersebut dalam perjalanannya menuju kota. Ia memperhatikan sang gembala yang sedang duduk di tengah ternaknya dengan kepala yang mendongak ke langit.. Sang gembala menyapa Tuhan, “Ah, di manakah Engkau, supaya aku dapat menjahit baju-Mu, memperbaiki kasut-Mu, dan mempersiapkan ranjang-Mu? Di manakah Engkau, supaya aku dapat menyisir rambut-Mu dan mencium kaki-Mu? Di manakah Engkau, supaya aku dapat mengilapkan sepatu-Mu dan membawakan air susu untuk minuman-Mu?”

Musa mendekati gembala itu dan bertanya, “Dengan siapa kamu berbicara?” Gembala menjawab, “Dengan Dia yang telah menciptakan kita. Dengan Dia yang menjadi Tuhan yang menguasai siang dan malam, bumi dan langit.” Musa as murka mendengar jawaban gembala itu, “Betapa beraninya kamu bicara kepada Tuhan seperti itu! Apa yang kamu ucapkan adalah kekafiran. Kamu harus menyumbat mulutmu dengan kapas supaya kamu dapat mengendalikan lidahmu. Atau paling tidak, orang yang mendengarmu tidak menjadi marah dan tersinggung dengan kata-katamu yang telah meracuni seluruh angkasa ini. Kau harus berhenti bicara seperti itu sekarang juga karena nanti Tuhan akan menghukum seluruh penduduk bumi ini akibat dosa-dosamu!”

Sang gembala segera bangkit setelah mengetahui bahwa yang mengajaknya bicara adalah seorang nabi. Ia bergetar ketakutan. Dengan air mata yang mengalir membasahi pipinya, ia mendengarkan Musa as yang terus berkata, “Apakah Tuhan adalah seorang manusia biasa, sehingga Ia harus memakai sepatu dan alas kaki? Apakah Tuhan seorang anak kecil, yang memerlukan susu supaya Ia tumbuh besar? Tentu saja tidak. Tuhan Mahasempurna di dalam diri-Nya. Tuhan tidak memerlukan siapa pun. Dengan berbicara kepada Tuhan seperti yang telah engkau lakukan, engkau bukan saja telah merendahkan dirimu, tapi kau juga merendahkan seluruh ciptaan Tuhan. Kau tidak lain dari seorang penghujat agama. Ayo, pergi dan minta maaf, kalau kau masih memiliki otak yang sehat!”

Gembala yang sederhana itu tidak mengerti bahwa apa yang dia sampaikan kepada Tuhan adalah kata-kata yang kasar. Dia juga tak mengerti mengapa Nabi yang mulia telah memanggilnya sebagai seorang musuh tapi ia tahu betul bahwa seorang Nabi pastilah lebih mengetahui dari siapa pun. Ia hampir tak dapat menahan tangisannya. Ia berkata kepada Musa, “Kau telah menyalakan api di dalam jiwaku. Sejak ini aku berjanji akan menutup mulutku untuk selamanya.” Dengan keluhan yang panjang, ia berangkat meninggalkan ternaknya menuju padang pasir. Dengan perasaan bahagia karena telah meluruskan jiwa yang tersesat, Nabi Musa as melanjutkan perjalanannya menuju kota. Tiba-tiba Allah Yang Mahakuasa menegurnya, “Mengapa engkau berdiri di antara Kami dengan kekasih Kami yang setia? Mengapa engkau pisahkan pecinta dari yang dicintainya? Kami telah mengutus engkau supaya engkau dapat menggabungkan kekasih dengan kekasihnya, bukan memisahkan ikatan di antaranya.” Musa mendengarkan kata-kata langit itu dengan penuh kerendahan dan rasa takut. Tuhan berfirman, “Kami tidak menciptakan dunia supaya Kami memperoleh keuntungan daripadanya. Seluruh makhluk diciptakan untuk kepentingan makhluk itu sendiri. Kami tidak memerlukan pujian atau sanjungan. Kami tidak memerlukan ibadah atau pengabdian. Orang-orang yang beribadah itulah yang mengambil keuntungan dari ibadah yang mereka lakukan. Ingatlah bahwa di dalam cinta, kata-kata hanyalah bungkus luar yang tidak memiliki makna apa-apa. Kami tidak memperhatikan keindahan kata-kata atau komposisi kalimat. Yang Kami perhatikan adalah lubuk hati yang paling dalam dari orang itu. Dengan cara itulah Kami mengetahui ketulusan makhluk Kami, walaupun kata-kata mereka bukan kata-kata yang indah. Buat mereka yang dibakar dengan api cinta, kata-kata tidak mempunyai makna.” Suara dari langit selanjutnya berkata, “Mereka yang terikat dengan basa-basi bukanlah mereka yang terikat dengan cinta. Dan umat yang beragama bukanlah umat yang mengikuti cinta. Karena cinta tidak mempunyai agama selain kekasihnya sendiri.” Tuhan kemudian mengajarkan Musa as rahasia cinta. Setelah Musa as memperoleh pelajaran itu, ia mengerti kesalahannya.

Sang Nabi pun merasa menderita penyesalan yang luar biasa. Dengan segera, ia berlari mencari gembala itu untuk meminta maaf. Berhari-hari Musa as berkelana di padang rumput dan gurun pasir, menanyakan orang-orang apakah mereka mengetahui gembala yang dicarinya. Setiap orang yang ditanyainya menunjuk arah yang berbeda. Hampir-hampir Musa kehilangan harapan tetapi akhirnya Musa as berjumpa dengan gembala itu. Ia tengah duduk di dekat mata air. Pakaiannya compang-camping, rambutnya kusut masai. Ia berada di tengah tafakur yang dalam sehingga ia tidak memperhatikan Musa yang telah menunggunya cukup lama. Akhirnya, gembala itu mengangkat kepalanya dan melihat kepada sang Nabi. Musa as berkata, “Aku punya pesan penting untukmu. Tuhan telah berfirman kepadaku, bahwa tidak diperlukan kata-kata yang indah bila kita ingin berbicara kepada-Nya. Kamu bebas berbicara kepada-Nya dengan cara apa pun yang kamu sukai, dengan kata-kata apa pun yang kamu pilih. Karena apa yang aku duga sebagai kekafiranmu ternyata adalah ungkapan dari keimanan dan kecintaan yang menyelamatkan dunia.” Sang gembala hanya menjawab sederhana, “Aku sudah melewati tahap kata-kata dan kalimat. Hatiku sekarang dipenuhi dengan kehadiran-Nya. Aku tak dapat menjelaskan keadaanku padamu dan kata-kata pun tak dapat melukiskan pengalaman ruhani yang ada dalam hatiku.” Kemudian ia bangkit dan meninggalkan Musa as. Nabi Musa as menatap gembala itu sampai ia tak kelihatan lagi. Setelah itu Musa as kembali berjalan ke kota terdekat, merenungkan pelajaran berharga yang didapatnya dari seorang gembala sederhana yang tidak berpendidikan.

Cerita di atas melukiskan kepada kita bahwa ada sekelompok orang yang mengambil cinta sebagai agamanya. Kalau seseorang telah meledakkan kecintaannya kepada Tuhan, dia tidak lagi dapat menemukan kata-kata yang tepat untuk melukiskan seluruh kecintaannya kepada Allah SWT. Di dalam cinta, kata-kata menjadi tidak punya makna. Dari kisah ini juga kita belajar bahwa untuk dapat mendekati Allah swt, tidak diperlukan kecerdasan yang tinggi atau ilmu yang sangat mendalam. Salah satu cara utama untuk mendekati Tuhan adalah hati yang bersih dan tulus. Tidak jarang pengetahuan kita tentang syariat membutakan kita dari Tuhan. Tidak jarang ilmu menjadi hijab yang menghalangi kita dengan Allah SWT.

Kita akhiri kisah ini dengan sabda Nabi SAW, “Innallâha lâ yanzhuru illâ shuwarikum walakinallâha yanzhuru illâ qulûbikum. Ketahuilah, sesungguhnya Tuhan tidak memperhatikan bentuk-bentuk luar kamu. Yang Tuhan perhatikan adalah hati kamu.”

diambil dari tulisannya kang Jalalludin rahmat.

http://www.facebook.com/note.php?note_id=119722104441&id=37057572771&ref=nf

Munajat Minggu Pagi

Posted in Ibnu Arabi ra., Minggu, Munajat harian on Agustus 23, 2009 by ullumiddin

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Bismillaah, Sang Pembuka Keberadaan.

Alhamdulillah, Pewujud dari setiap keberadaan.

Laa ilaaha illaallah, Penyatu mutlak dari setiap ketiadaan!

Allahu Akbar, dari-Nya amr diturunkan dan pada-Nya tempat kembali!

Keagungan bagi-Nya, tiada yang lain selain-Nya untuk di Dzikiri! Tiada yang di puja selain-Nya!

Tunggal, Ahad, Dia sebagaimana Dia (selalu) sejak sebelum huruf-huruf dibatasi jumlahnya.

Dia memiliki Tanda dalam setiap sesuatu, membuktikan bahwa Dia Wujud.

Misteri-Nya terbuka bagi-Nya dari segala pemaknaan dan pemahaman!

Tiada kekuatan ataupun keperkasaan yang akan menyelamatkan selain dari-Nya, Sang Maha Tinggi, Sang Maha Megah; Sang Pemilik harta-harta karun gaib yang terdapat di dalam Kemurahan-Nya yang khusus Dia peruntukkan bagi kita. Dengan-Nya aku memanggil semua kebaikan untuk datang, dengan-Nya aku menghapus semua kejahatan dan kerusakan, dan dengannya aku menambal semua jahitan yang terbuka; menutupnya!

Sesungguhnya lah bahwa kami milik Allah dan sesungguhnya lah kami akan kembali kepada-Nya dalam setiap penurunan atau kenaikan suatu perjalanan, dalam setiap keadaan dan posisi, dalam setiap pikiran dan inspirasi, dan dalam setiap hal yang bangkit dari dalam bathin ataupun yang diterima dari lahir.

Allah adalah Yang Berkehendak atas segala sesuatunya, dan Yang menjadi Harapan dan Tujuan dalam segala sesuatunya!

Inspirasi dan pemahaman datang dari-Nya. Dia lah Penemunya-Nya, tanpa adanya kemungkinan tertolak atau disangkal.

Ketika Dia tersingkap, tiada yang lain selain-Nya. Ketika Dia tertutup, semuanya adalah yang yang lain. Baik Dia tersingkap ataupun tertutup, Dia tetap tersembunyi; tidak bisa benar-benar dikenal.

Dia bathin berada di Dalam Ahadiyyah dan Dia lahir adalah berada dalam KeTunggalan-Nya. Dari-Nya dan melalui-Nya keberadaan dari segala sesuatunya, sehingga tiada apapun selain-Nya. Jika di dalam bathin ada sesuatu selain-Nya, maka keberadaan-Nya akan tiada.

——
Bagi-Nya Awal dan Akhir, tertajallikan ke luar dan tersembunyi ke dalam, dan Dia Maha Mengetahui dan mengetahui segala sesuatunya sebelum dan sesudah adanya keberadaan segala sesuatu tersebut.

Bagi-Nya kepemilikan setiap Genggaman yang mencengkram kuat, Yang menyatukan realitas dari Misteri bathin dan Misteri Kehidupan, Pemilik Kekuasaan Tertinggi dan Wewenang; semuanya kekal! Dia layak Menerima semua puji dan puja; dan Dia memuji Diri-Nya Sendiri. Dia lah Sang Pemuji dan DiPuji.

Dzat-Nya Ahad, Tunggal dalam semua Nama dan Kualitas! Maha Mengetahui semua prinsip umum dan khusus yang meliputi semua yang di atas dan di bawah! Dia pun mengetahui ke arah mana busur sedang menghadapkan dirinya bersiap untuk melesatkan anak panahnya pada (suatu) arah tertentu.

Ya, Allah, wahai, Engkau Yang Meliputi semua ciptaan-Mu, Yang tidak bisa dicegah dari mencurahkan anugerah! Wahai, Engkau Sang Pemberi harta karun yang tidak pernah lelah, menebarkan kemurahan dan menopang keseluruhan ciptaan-Mu agar tidak jauh terjatuh.

Ya, Allah, bukakan bagiku kunci-kunci dari harta-harta karun; singkapkan bagiku realita-realita dari simbol-simbol. Jadilah Engkau Yang menghadapku dan yang kuhadapkan. Dengan penglihatan-Mu, tutupi aku dari pandanganku sendiri dengan manifestasi dari Wujud-Mu; wahai, terhapuslah semua atribut kedirianku, sehingga aku tidak memiliki arah selain-Mu, sehingga mataku menyala hanya untuk Melihat-Mu.

Ya, Allah, pandanglah aku dengan mata kasih sayang dan pengawasan; yang berasal dari penjagaan dan pemeliharaan, pilihan dan arah, dalam setiap keadaan; sehingga tiada sesuatu apapun yang akan menutupiku dari memandang-Mu, dan bahwa aku akan melihat-Mu melalui apa yang Engkau Kehendaki melalui pengawasan-Mu. Kirimkan aku kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan Wujud-Mu, Lengkapi aku dengan sesuatu yang tepat sesuai dengan Pilihan dan Arahan-Mu, tempatkan pengawasan-Mu dalam ciptaan-Mu dan tebarkan anugerah-anugerah-Mu kepada mereka.

Ya, Allah, Tuhan Yang memiliki Kekayaan mutlak tanpa memerlukannya, sementara pelayan-pelayan-Nya hanyalah para fakir.

Ya, Allah, Tuhan Yang menggenggam takdir segala sesuatunya, dan kepada Engkaulah mereka kembali!

Ya, Allah, Tuhan Yang memiliki Hidup yang kekal, dimana tiada seorang pun yang sungguh-sungguh mengenal-Nya selain Diri-Nya Sendiri, dan tiada seorang pun yang bisa memberikan penjelasan tentang-Nya selain Diri-Nya Sendiri melalui Bimbingan-Nya.

Ya, Allah, Tuhan Yang memberikan amr-amr; bahwa amal yang haqq dikenakan kepada sang pelayan, sehingga keberuntungan yang mereka dapatkan dari-Nya menguntungkan-Nya! Wahai, Tuhan, Aku tidak mempunyai Tujuan yang lain selain-Mu, dan tiada yang mencukupiku selain Kemurahan dan Kebaikan-Mu.

Wahai, Engkau, Tuhan Yang memberikan begitu banyak kemurahan melebihi apa yang diinginkan oleh makhluk-Mu! Wahai, Engkau, Tuhan Yang memberikan kesenangan-kesenangan sebelum dipinta! Wahai, Engkau, Tuhan dari semua pesaing yang memerintahkan mereka untuk segera berhenti bersaing! Wahai, Engkau, Yang memiliki Kekuatan penuh dalam Perintah-Mu dan semua kemenangan yang terjadi! Wahai, Engkau, Yang memberi dengan bebas pada segala sesuatunya, namun juga Yang menghentikan Pemberian! Aku berjuang ke arah-Mu, sehingga aku menemukan diriku sendiri untuk menjadi pelayan sejati-Mu, dalam setiap keadaan. Arahkan aku, Tuanku – dan sesungguhnya adalah hak-Mu untuk mengarahkanku; bukan hakku.

Bagaimana aku berhasrat akan-Mu ketika Engkau Sendiri Yang berada di belakang setiap hasrat? Bagaimana aku mencari-Mu ketika pencarian itu sendiri adalah suatu keterjauhan dari-Mu? Dapatkah Yang teramat sangat begitu dekat, sangat begitu hadir, bisa terlihat? Dapatkah Yang berhasrat menjadi dibingungkan akan siapa yang berhasrat akan siapa?Pencarian tidak akan mencapai-Mu; hasrat tidak akan meminta-Mu.

Perwujudan dari Lahir-Mu tidak bisa ditangkap dan digenggam sepenuhnya oleh akal; sesuatu yang membingungkan dari Misteri-Mu tidak bisa diuraikan dan dipisah-pisahkan. Apakah orang yang diberikan keberadaan mampu mengetahui sifat sejati dari Yang menganugerahkan keberadaan kepadanya? Apakah orang yang melayani memiliki kemampuan untuk mencapai sejatinya dari Yang mengenakannya jubah pelayan?

Mencari dan berhasrat, kedekatan dan kejauhan, semuanya merupakan kualitas yang dimiliki oleh sang pelayan: jadi, apa yang dapat dicapai oleh pelayan melalui dirinya sendiri dengan menerima Dia Yang Tiada banding dan Tak Terkira dalam Keberadaan Dzat-Nya? Wahai, Engkau, Tempat sejati dari setiap penciptaan ; berdiriku dalam kerendahan hati sejati di depan pintu Keagungan Kemuliaan-Mu, tanpa sedikitpun aku memiliki kemampuan untuk menggenggam Harta Karun-Mu.

Bagaimana aku dapat mengenali-Mu ketika Engkau Yang bathin Tersembunyi tidak dikenali?

Bagaimana aku dapat mengenali-Mu ketika Engkau Yang Terlahirkan, membuat Diri-Mu Sendiri dikenali olehku dalam setiap sesuatu?

Bagaimana aku menyadari KeTunggalan-Mu ketika di dalam Ahad-Mu aku tidak memiliki keberadaan?

Bagaimana aku menyadari Ke-Tunggalan-Mu ketika Penyatuan merupakan rahasia terbesar yang tersembunyi dari pelayan-Mu?

Bagi-Mu lah Keagungan! Laa ilaaha illaallaah! Tiada yang lain selain-Mu yang bisa menyadari KeTunggalan-Mu, bagi-Mu sebagaimana Engkau Yang Kekal tanpa awal dan akhir. Tiada yang lain selain Diri-Mu Yang Menyadari Keberadaan-Mu, dan tiada yang mengenali-Mu selain Engkau Sendiri.

Engkau tersembunyi dan tampak – dimana Engkau tidak bersembunyi dari Diri-Mu juga tidak menampakkan Diri-Mu kepada yang lain selain kepada Diri-Mu Sendiri. Bagi-Mu Diri-Mu. Laa ilaaha ilaallaah. Bagaimana masalah tersebut bisa diselesaikan,ketika Yang Pertama adalah Yang Terakhir dan Yang Terakhir adalah Yang Pertama? Wahai, Engkau Yang menyebabkan amr menjadi tidak jelas dan rahasia menjadi tersembunyi, dan tebaran amr menuju kesamaran. Ketika ini terjadi, SUNGGUH! Tiada yang lain selain-Mu untuk membuka amr dengan sejelas-jelasnya!

Aku bermohon dari-Mu, ya, Allah, bahwa Engkau akan membukakan bagiku misteri dari penyatuan, sehingga aku bisa menjadi pelayan sejati-Mu dan bahwa aku akan secara total melayani KeMuliaan-Mu berdasarkan apa yang sesuai dengan keberadaan tertinggi-Mu. Dalam setiap keadaan, aku ada melalui-Mu, menjadi fana dan tiada; sementara Engkau selalu Ada, Tetap, Hidup, Kekal, Mengetahui dan Diketahui. Wahai, Engkau, yang tiada seorangpun yang sungguh-sungguh mengenal-Mu selain Diri-Mu.

Aku bermohon dari-Mu, ya, Allah, bahwa aku akan memba pergi diriku dari diriku sendiri Menuju-Mu; dan karena itu keseluruhan totalitas diriku menjadi terintetegrasi di Dalam-Mu, sehingga keberadaanku lenyap untuk menutupiku dari penyaksian terhadap diriku sendiri. Wahai, Engkau Yang menjadi Tujuan dan Aspirasiku, wahai, Engkau Yang aku puja dan kagumi. Tiada yang hilang dariku ketika aku telah menemukan-Mu! Tiada yang tidak aku ketahui ketika aku telah mengenal-Mu! Tiada yang hilang dariku ketika aku telah menyaksikan-Mu! Pemusnahan diriku adalah di Dalam-Mu; Kehidupanku adalah melalui-Mu; dan Engkau adalah objek dari perenunganku. Laa ilaaha illaallaah, sebagaimana yang Engkau saksikan, sebagaimana yang telah Engkau ketahui dan sebagaimana yang telah Engkau atur.

Kesaksianku merupakan keberadaan tertinggiku, dan aku tidak menyaksikan sesuatu kecuali pemusnahan hidupku. Kiasan tersebut adalah untukku; atribut tersebut adalah atributku; semuanya menjelaskan derajatku. Keseluruhan amr tersebut sesungguhnya merupakan amr ku, dalam manifestasi dan tak termanifestasikan, dan dalam tebaran Rahasia yang Engkaulah Penjaganya, dalam pernyataan tanpa kesaksian yang menyebar kegaiban, dan dalam manifestasi membawa pada kejelasan, dalam hidup dan tak hidup, dalam terang dan gelap, dalam pena dan tempat menulisnya, dalam mendengar dan tidak mendengar, dalam mengetahui dan tidak mengetahui, dalam damai dan perang, dalam diam dan berbicara, dalam keterpisahan dan penyatuan kembali, dalam kebenaran hakiki dan kebenaran tak hakiki, dalam ketersembunyian kekekalan bathin dan ketidakkekalan lahir.

QS. 112 (Al-Ikhlas)

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ [١١٢-١]
Katakanlah: “Dia lah Allah, Yang Ahad.

اللَّهُ الصَّمَدُ [١١٢-٢]
Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.

لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ [١١٢-٣]
Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan,

وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ [١١٢-٤]
dan tidak ada seorangpun yang menyerupai-Nya”.

Semoga berkah Allah dilimpahkan kepada orang pertama yang datang menuju keberadaan dan pertama dalam Keberadaan, Rasulullah Muhammad saw.; seorang yang membuka jalan masuk bagi setiap saksi dari dua kehadiran: saksi dan menyaksikan; seorang yang menyembunyikan rahasia dan memanifestasikan cahaya, Tujuan dan Maksud Sejati; seorang terpilih yang ditetapkan dengan tingkat tertinggi dalam ranah penciptaan; ruh paling suci dan mulia serta cahaya paling sempurna dan bersinar terang benderang (cemerlang); seorang yang menyadari keadaan dari pemujaan sempurna dalam kehadiran Yang diPuja; Ruh yang telah menerima lupan dari kehadiran Ruh Suci-Nya; dimana qalb merupakan tempat yang diterangi oleh sinar-sinar dari Cahaya-Nya – baginya lah utusan terbaik, nabi tertinggi dan teman yang dekat dan membawa keberkahan.

Dan semoga keberkahan atas keluarga dan karib kerabatnya, yang menyimpan rahasia-rahasianya, tempat-tempat dimana cahaya-cahayanya bersinar dan purnamanya naik; harta-harta karun dari kebenaran dan menjadikan pimpinan bagi semua makhluk ; bintang (terang) dari petunjuk bagi siapa saja yang ingin mengikuti (Jalan). Dan semoga Tuhan memberikannya salaam sebanyak-banyaknya hingga hari Perhitungan nanti.

KeAgungan bagi-Nya; Cukup Allah saja bagiku dan Dia Penjaga Terbaik. Laa hawla wala quwwata illa billaah. Allah, Sang Maha Tinggi, Sang Maha Indah.

Alhamdulillaahi Rabbil ‘Aalamiin.

Terj. oleh Wiwik dari Buku “The Seven Days of the Heart”, by Muhyiddiin Ibnu ‘Arabi.

waqt

Posted in Al-Qusyairi ra., waqt on Agustus 23, 2009 by ullumiddin

Waqt (Momen)
dari Risalah Al-Qusyairi ra.

Istilah “waqt” (waktu, saat, momen) bagi ahl-al-tahqiq digunakan sebagai hubungan antara antisipasi suatu peristiwa dan peristiwa aktual yang terjadi. Sebaliknya peristiwa aktual dapat membayangkan waqt dari kejadian yang diantisipasi. Sebagai contoh, “Aku menemuimu pada awal bulan”. Pertemuan itu adalah sebuah antisipasi. Awal bulan merupakan kejadian aktualnya. Karenanya, awal bulan merupakan waqt pertemuan.

Saya mendengar ustad Abu Ali Al-Daqqaq ra. berkata,..
“Waqt adalah sesuatu yang engkau ada didalamnya.
Jika engkau berada didunia, waqt-mu adalah dunia.
Jika engkau berada di al-uqba, waqt-mu adalah al-uqba.
Jika engkau berada dalam kebahagiaan, waqt-mu adalah kebahagiaan.
Jika engkau berada dalam kesedihan, waqt-mu adalah kesedihan.”
Dengan demikian waqt-lah yang mendominasi seseorang.

Sebagian orang mengartikan waqt sebagai waktu yang dialami sesesorang.
Sebagian orang mengatakan bahwa waqt berada diantara dua waktu, antara masa lalu dan saat ini.

Mereka menyebut sufi sebagai “putra sang waktu (ibn waqtihi)”.
Hal ini berarti bahwa sang sufi benar-benar dilingkupi oleh kewajiban agama dari keadaan ke-’kini’-annya, mengerjakan apa yang dituntut masa kini.

Dikatakan bahwa al-faqir tidak menaruh perhatian, baik pada masa lalu maupun masa yang akan datang. Dia hanya menaruh perhatian pada masa kini, yaitu di saat ia menemukan dirinya sendiri. Mereka juga mengatakan, “Terhanyut dengan waktu masa lalu berarti kehilangan waktu sesaat.”

Dengan istilah waqt, mereka juga memaksudkannya pada perkara yang terjadi pada mereka melalui tashrif al-haqq (pengaturan al-haqq) yang datang kepada mereka tanpa pilihan apa pun.
Mereka berkata, “Si fulan berada dalam kekuasaan waqt-nya.” Ini berarti bahwa dia takluk pada apa pun yang datang kepadanya tanpa kehendaknya sendiri dari arah yang ghaib.
Makna ini hanya diterapkan bagi perkara yang tidak berada di bawah ‘amr atau nubuwwah. Mengabaikan atau mencampakkan apa yang telah Allah perintahkan atau mengabaikan pelaksanaan sepenuhnya perintah tersebut adalah berarti kemungkaran.

Mereka berkata,…
“Waqt adalah pedang.” Yakni sebagaimana halnya pedang yang memotong,
Begitu pula waqt berlaku dalam perkara yang Al-Haqq menjadi penyebab dan penggenapnya.

Juga dikatakan,…
“Pedang itu jinak apabila disentuh, tetapi matanya dapat memotong.
Barangsiapa menyentuhnya dengan lemah lembut, ia tidak akan terluka.
Barangsiapa memperlakukannnya secara kasar, ia akan terpotong.”
Sama halnya dengan waqt, barang siapa tunduk kepada titahnya, ia akan selamat, dan barangsiapa menentangnya, ia akan dienyahkan dan dihancurkan.

Dalam hal ini mereka mengubah syair:

Laksana pedang –jika engkau menyentuhnya dengan lembut,
sentuhannya lembut pula
tetapi jika engkau memperlakukan matanya secara kasar,
ia pun menjadi kasar.

Ketika waqt berbaik hati pada seseorang, waqt baginya hanyalah waqt.
Ketika waqt memusuhi seseorang, waqt baginya adalah kebencian.

Aku mendengar guruku, Abu Ali Al-Daqqaq, berkata,..
“Waqt itu seperti batu asahan,….
Ia mengikirmu tanpa meniadakanmu.”
Maksud beliau adalah biar pun waqt meniadakanmu dan mem-fana-kanmu, engkau –dalam kefanaanmu- akan terbebaskan.
Bagaimanapun, waqt diambil dari dirimu tanpa sepenuhnya meleburkanmu.

Berkaitan dengan hal ini, beliau mebacakan syair:

Hari-hari berlalu membawa bagian diriku
Meninggalkan sebagian hatiku yang hilang dan berlalu

Dia juga mengutip syair berikut,..

Sebagaimana halnya para ahli neraka, Ketika kulit mereka terbakar habis.
Telah dipersiapkan sebagai azab mereka, kulit yang baru.

Hal senada dituturkan oleh sebuah syair,..

Tidaklah seseorang yang telah mati itu adalah seseorang yang beristirahat dalam kematiannya
Karena kematian yang sebenarnya adalah menghidupkan kematianmu.

Orang berilmu adalah orang yang tetap berada dalam kekuasaan waqt-nya.
Jika waqt-nya membangkitkan kesadaran (shahw), (maka) tindak-tanduknya adalah berdasarkan syariat, dan jika waqt-nya meniadakannya, hukum hakikat disingkapkan di hadapannya.

Munajat Kamis Pagi

Posted in Ibnu Arabi ra., Kamis, Munajat harian on Agustus 22, 2009 by ullumiddin

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Wahai, Tuhanku, Engkau Berdiri Tegak dengan Dzat-Mu; Diungkapkan melalui Nama-nama-Mu; Tertajalli dalam Tindakan-Mu; dan Disembunyikan demi kebaikan makhluk-Mu! Tiada yang menyamaimu dalam Kemuliaan-Mu, sebagai Yang Maha Tunggal, Ahad; dan Wujud, sebagaimana Engkau tetap terus kekal tanpa awal atau akhir. Allah, Engkaulah Tuhan, Yang Ahad, Yang menginginkan tiada yang lain selain Diri-Nya. Bersama-Mu tiada yang lain selain-Mu; di Dalam-Mu, tiada yang lain selain-Mu.

Aku bermohon dari-Mu, Ya, Allah, untuk meleburkan diriku ke dalam Hidup-Mu.

Tiada Tuhan selain Engkau!

Wahai, Tuhanku, Penyebab aku tiada bahkan dari diriku sendiri, lebur di Dalam Kehadiran-Mu, lenyap dalam Hidup-Mu. Aku mati sebelum mati. Pisahkan aku dari segala hal yang memisahkan aku dari-Mu; tempatkan aku bersama-Mu dengan menjauhkan aku dari segala hal yang memalingkanku dari-Mu.

Tiada Tuhan selain Engkau!

Wahai, Tuhanku, Engkau lah Al-Wujuud, sementara aku tiada. Hidup-Mu berasal dari Dzat-Mu Sendiri; sementara aku Engkau hidupkan . Jadi, Tuhanku, kenakan Wujud-Mu atas ketiadaanku, bahwa aku mungkin tetap sebagai aku yang tiada, dan Engkau sebagaimana Engkau Yang selalu Hidup.

Tiada Tuhan selain Engkau!

Engkau Yang mampu mewujudkan apapun yang Engkau kehendaki, sementara aku adalah pelayan bagi-Mu, satu di antara beberapa pelayan lain. Wahai, Tuhanku, Engkau telah menghendakiku dan Engkau Maha Berkehendak. Semoga Engkau mewujudkan apa yang menjadi kehendak-Mu melaluiku, sehingga Diri-Mu Sendiri menjadi Yang DiKehendaki dan aku adalah seorang yang berkehendak atas-Mu.

Tiada Tuhan selain Engkau!

Wahai, Tuhanku, Engkau gaib dalam semua yang gaib; Engkau manifest dalam setiap realita nyata; terdengar dalam setiap penjelasan, salah mapun benar; diketahui dalam derajat Kesatuan dan Dualitas. Engkau Ahad, dinamakan oleh Nama-nama yang diturunkan dalam ketersingkapan, sehingga Engkau Tampak oleh ‘AYN, dan tak terjangkau oleh akal lahiriyyah manusia.

Wahai, Tuhanku, Engkau mengungkapkan diri-Mu dalam penyingkapan yang unik, sehingga setiap tingkatan-tingkatan penciptaan hadir bervariasi. Dalam setiap tingkatan Engkau menamakannya berdasarkan tujuan penciptaannya, dan menetapkan bahwa akal manusia tak mampu menangkap realitas bathiniyyah dari setiap ketersingkapan Tanda-tanda-Nya dan dari setiap hal yang dapat diketahui dari Tanda-tanda tersebut. Engkau telah melepaskan jiwa-jiwa di alam alastu atas Pengetahuan-Mu. Ketika Engkau menolak “keseluruhan dan bagian” dari mereka,menghapuskan mereka dari setiap “dimana dan apa”, dan memutuskan mereka dari setiap “berapa banyak dan apa”; tatkala Engkau menjadikan mereka mengetahui hakikat dalam setiap tempat-tempat (posisi) yang sebelumnya tidak mereka ketahui, membebaskan mereka demi Diri-Mu Sendiri sebagai Tuhan dalam Tempat yang Suci, dan menyebabkan musnahnya keterpisahan dengan menyingkapkan keterbukaan dari GHYN, lalu mereka disusun berdasarkan Harmony dari Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Wahai, Tuhanku, berapa sering aku menangis memanggil-manggil-Mu, padahal Engkau lah Yang memanggil setiap pemanggil! Berapa sering aku berbisik-bisik kepada-Mu sebagai seorang mukmin yang akrab dengan-Mu. Engkaulah al-Mukmin untuk mukmin.
Wahai, Tuhanku, jika penyatuan adalah inti dari dari ketidakterpisahan dan mengakrabkan jiwaku kepada-Mu, dan jika pengetahuan yang diperoleh dari mata lahiriyyah tidak lagi menjadi yang utama, dan pengenalan kembali dari yang sebelumnya tidak dikenali lagi, lalu apa tujuan dan dimana perjalanan awal sebenarnya dari sebuah jalan?

Wajai, Tuhanku, Engkau adalah Apa Yang tampak di belakang tujuan setiap pencari, Apa yang dilihat dalam mata bathin, Apa yang benar-benar dekat dalam jarak keterpisahan seseorang bahkan dengan dirinya sendiri. Dimana sebelumnya pemahaman telah menggantikan prasangka – wahai, Tuhanku, lalu siapa sebenarnya yang jauh dari siapa? Siapa sebenarnya yang disukai oleh siapa? Keindahan berkata, “Diri-Mu Sendiri”, sementara Baseness terharu menangis berkata, “Tuhan lah yang memberikan kebaikan dan keindahan dalam setiap ciptaan-Nya?”. Pembentukan kedekatan demi kedekatan bersama-Nya berakhir pada saat perjalanan terhenti, dan pada akhirnya tertutup oleh keyakinan bahwa ada yang lain selain-Mu.

Wahai, Tuhanku, kapankah akalku akan bebas dari ikatan yang menghalangiku untuk berjalan Menuju-Mu? Dan kapankah mata bathinku akan mampu untuk sekejap saja memandang keindahan dari realitas ilahiyyah? Kapankah saat waham menjadi akar dari ketidakbenaran? Dan kapankah penglihatan tidak terhalangi oleh ikatan-ikatan yang menjadi tebal sehingga menutupi penglihatan? Dan kapankah jiwa akan dihindarkan dari karakter-karakter dunia?

Wahai, Tuhanku, mentaatimu tidak menguntungkan-Mu, juga sebaliknya jika aku tidak mentaati-Mu. Dalam Tangan Kekuasaan Keagungan-Mu, bergantunglah amr dari qalb-qalb dan bagian-bagiannya, dan bagi-Mu dikembalikan keseluruhan amr, tanpa membedakan antara yang taat atau pembangkang.

Wahai, Tuhanku, tidak masalah bagi-Mu jika ada yang membangkang-Mu!

Wahai, Tuhanku, bagi-Mu tak ada kebutuhan dan batasan-batasan. Tak ada yang tak jelas bagi-Mu, dan tak ada penjelasan yang dapat menjelaskan-Mu!

Wahai, Tuhanku, bukti-bukti rasional dan logis dari ciptaan-Mu tidak membuat-Mu menjadi lebih Kuat, Ada atau tidak ada bukti, tidak akan berpengaruh apa-apa bagi-Mu.

Wahai, Tuhanku, bagi-Mu kekekalan tanpa permulaan dan tanpa pengakhiran; kebersamaan di Dalam Keberadaan-Mu.

Wahai, Tuhanku, apakah “Engkau” dan “aku?” Apakah “Dia (lk)” dan Dia (pr)”?

Wahai, Tuhanku, haruskah aku mencari-Mu dalam kejamakan atau dalam keahadan-Mu? Berapa lama aku harus menunggu-Mu? Dan seberapa mampu hal tersebut bisa terwujud ketika seorang pelayan tidak memiliki kesanggupan atau dukungan dari-Mu?

Wahai, Tuhanku, penyerahan diriku kepada-Mu tergantung kepada meleburnya aku; tetapi, wahai, Tuhanku, melebur ke dalam siapakah aku? Dalam diriku sendiri ataukah di Dalam-Mu? Akankah peleburan diriku melalui-Mu, ataukah berdasarkan imajinasiku, atau sebaliknya, atau berada di antara keduanya? Dan apakah keberserahan diriku seperti yang Engkau kehendaki, ya, Allah?

Wahai, Tuhanku, diamku merupakan kebisuan yang membutuhkan adanya ketulian, dan kata-kataku merupakan ketulian yang membutuhkan adanya kebisuan! Kebingungan dalam segala hal, sementara tidak ada kebingungan di Dalam-Mu.

Bismillaah, Allah mencukupiku. Bismillaah, aku beriman billah. Bismillaah, aku bermohon dari-Mu, ya, Allah. Bismillaah, laa hawla walaa quwwata illa billaah.

Allah, sungguh kami beriman billah; kami bertaubat kepada-Mu; Engkaulah Tempat Kembali sebaik-baik Tempat Kembali.

Ya, Allah, aku bermohon dari-Mu untuk mengkaruniakan kepadaku misteri dari setiap titah dan kebesaran Firman-Mu; dimana kesemuanya menggenggam Pengetahuan-Mu; dari Kehendak-Mu; dari Kekuatan-Mu; Dari Pendengaran dan Penglihatan-Mu; dari kehadiran diriku dalam Hidup-Mu; dan dari karakter Dzat-Mu .

Ya, Allah, ya, Allah, ya, Allah! Wahai, Yang Pertama, Wahai Yang Terakhir! Wahai Sang Wujud, Wahai Sang Gaib! Wahai, Cahaya, Wahai, Al-Haqq, Wahai, Al-Mukmin!

Wahai, Tuhanku, tolong bedakan rahasia qalbku dengan rahasia-rahasia dari keahadiyahan-Mu! Sucikan jiwaku dengan pemurnian dari-Mu! Murnikan qalbku dengan pengetahuan-pengetahuan murni Ilahiyyah.

Wahai, Tuhanku, perintahkan akalku dalam pengetahuan seorang Khidr, dan harumkan jiwaku dengan Ketuhanan-Mu! Perpanjang indera lahirku dengan memperpanjang sorot cahaya dari Kehadiran Kilauan Cahaya-Mu! Bebaskan aku dari setiap gangguan yang berasal dari ketidaksempurnaan realitas lahiriyyah.

Wahai, Tuhanku, perjalankan aku dari langkah-langkah kemanusiaanku yang rendah terbang menuju al-Haqq dan realitas sebenarnya. Engkau Teman sekaligus Tuanku; di Dalam-Mu aku mati dan dari-Mu aku mengambil kehidupan. Engkaulah Yang kami Puja dan Engkaulah tempat kami meminta permohonan.

Lihatlah aku, ya, Allah, dengan penuh perhatian dan pengawasan; dimana Engkau mengatur setiap tahapan dalam sebuah perkembangan jiwa dan raga yang harmonis, dan dengannya Engkau mensucikan qalb tempat munculnya rahasia-rahasia, dengannya Kau menaikkan ruh dzikirku ke Atas, dan dengannya Engkau secara terus menerus menyinari cahayaku.

Wahai, Tuhanku, jadikan aku tiada dan satukan aku pada-Mu melalui Realitas Sejati. Pelihara aku dalam ketiadaan diriku di Dalam-Mu.

Ya, Allah, Kau Tempatku meminta Pertolongan; Engkaulah Tempatku di mana wajah menghadap; Engkaulah Tempatku bermohon; dan Kau, tiada yang lain selain-Mu, yang benar-benar aku inginkan! Aku tidak bermohon kepada selain-Mu; tidak mencari selain-Mu.

Wahai, Tuhanku, aku memohon-Mu untuk menjawab setiap permohonanku melalui utusanmu yang mulia, kekasih terdekat-Mu, teman-Mu, Sang Muhammad saw. yang terpilih, nabi terpilih. Bagi Rasulullah Muhammad saw aku bermohon agar Engkau memberkahinya dengan Keberkahan yang kekal tanpa awal dan akhir; terus menerus berada dalam Keberkahan-Mu. Dengan ini, dalam cara-Mu yang lain, bahwa Engkau akan menjadikan aku saksi bagi kesempurnaan Rasulullah Muhammad saw., bahwa aku mungkin mampu memakan pengetahuan-pengetahuan yang berasal dari hakikat. Dan semoga Keberkahan ini juga dilimpahkan kepada keluarga dan karib kerabatnya.

Laa hawla walaa quwwata illa billah hil ‘aliyyil ‘adzhiim. Alhamdulillaahi Rabbil ‘aalmiin.

Terj. oleh Wiwik dari Buku “The Seven Days of the Heart”, by Muhyiddiin Ibnu ‘Arabi.

Karakter doa Kamis berhubungan dengan Nabi Musa as, Huruf BAA/ THOO, Planet Jupiter. Perjalanannya mungkin bisa menjadi gambaran untuk kelahiran Kamis. Sentral semua hari tetap berada di matahari.

Munajat Kamis Malam

Posted in Ibnu Arabi ra., Kamis, Munajat harian on Agustus 22, 2009 by ullumiddin

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Wahai, Tuhanku,…
Tuan dari semua pelayan-Mu, dan Engkau Tuhan Yang mutlak.
Engkau menyatukan bagian-bagian yang bertentangan, bagi-Mu Kemuliaan, Keindahan. Tiada berakhir rasa bahagia di Dalam Dzat-Mu, sebagaimana tiada akhir penyaksian-Mu terhadap Diri-Mu Sendiri.
Engkau begitu Mulia dan Sempurna untuk kami renungi, dan Engkau terlalu Lembut dan Indah bagi kami untuk digambarkan. Kemuliaan-Mu begitu besar. Dan Keindahan Kelembutan-Mu bersih dari serangan pelbagai hawa nafsu.

Aku bermohon dari-Mu, demi misteri dimana Engkau menyatukan semua keterpecahan hidupku; sebuah penyatuan dimana aku menjadi fana dan menjadi saksi dari Ke-ahad-an hidup-Mu.

Hiasi aku dengan jubah Keindahan-Mu, dan mahkotai aku dengan mahkota Kemuliaan-Mu, sehingga jiwa-jiwa manusia berserah kepada-Nya, qalb-qalb dipimpin oleh jiwa-ku, dan rahasia-rahasia dari Sang Maha Suci menjadi diluaskan bagi-Ku.

Naikkan derajatku oleh-Mu, sehingga setiap orang yang berusaha naik dengan usaha dan kekuatannya sendiri akan terjatuh dan akhirnya menyerahkan dirinya kepada-Mu. Bimbing aku Menuju-Mu.

Karuniakan aku lidah kebenaran yang akan mengungkapkan Penciptaan dan Amr-Mu. Penuhi aku dengan-Mu, dan rawatlah aku di atas Tanah dan Lautan-Mu. Bawa aku pergi dari kota yang kotor ini, yang ditempati oleh para penindas, dan bebaskan aku dari pelbagai bentuk perbudakan.

Karuniakan aku dari-Mu bukti yang menunjukkan bahwa aku aman bersama-Mu, dan jangan mengkaruniakan aku kekuatan yang tidak sanggup aku pikul selain Bersama-Mu. Dalam kefakiranku kepada-Mu, berikan aku kekayaan sesuai dengan kebutuhanku, dan sertai aku dengan Kekyaan-Mu sesuai dengan apa yang aku butuhkan.

Engkaulah Tujuan dan Kemenangan-Ku; bagi-Mu lah segala sesuatunya dikembalikan dan diakhiri. Engkau menenangkan dan mengobati luka, dan Engkau mengusir setiap tiran; Engkau mengambil setiap ketakutan dengan Sayap-Mu, dan Engkau memberikan ketakutan kepada setiap penindas. Bagi-Mu lah Kemuliaan Kelembutan, Maha Terbuka dan Maha Gaib.

Milik-Mu lah Kemenangan, tiada Tuhan selain-Mu: Engkaulah Penghitung dan al-mukmin.

————
QS.
“Dia akan menumpas setiap kota yang melakukan kesalahan. Yakinlah bahwa Dia akan menhapus setiap penderitaan yang menyakitkan. Lalu Kami akan membalas atas setiap dosa yang mereka lakukan; dan menjadi kewajiban atas Kami untuk menolong al-mukminin.”

————

Ya, Allah, Wahai, Pencipta dari setiap ciptaan! Wahai, Pemberi Kehidupan dari setiap yang mati! Wahai, Engkau Yang menceraiberaikan kelompok, dan senantiasa menuangkan cahaya atas hakikat dari segala sesuatunya! Milik-Mu lah Kerajaan Mulk, Milik-Mu lah KeMahahormatan kelembutan! Tuhan-tuhan adalah budak-budak-Mu, Engkau merajai pelayan-pelayan-Mu; dan kesejahteraan sesungguhnya adalah rasa kefakiran akan-Mu, Engkau Kaya dalam Diri-Mu Yang tidak membutuhkan suatu apapun selain Diri-Mu Sendiri.

Aku bermohon dari-Mu, dengan Nama-Mu dimana Engkau telah menciptakan segala sesuatunya, mengatur takdir tiap mereka, dan Yang mengkaruniai seseorang Yang Engkau kehendaki sebuah kebun dan sebuah pakaian dari sutra, dan kekuatan dari seorang raja dan sebuah Kerajaan Mulk. Jauhkan aku dari ketamakan, dan sempurnakan ketidaksempurnaanku; muliakan aku dengan hiasan yang Engkau senangi, dan ajari aku dari Nama-Mu apa-apa yang tepat; penuhi bathinku dengan keshalehan dan kasih sayang; dan penuhi lahirku dengan kemegahan dan kebesaran-Mu, agar setiap musuh merasa ketakutan, dan setiap jiwa dari setiap sahabat menemukan kesenanngan dan kenyamanan bersamaku.

————–

QS. 16 : 50
“Mereka takut kepada Tuhan mereka yang di atas mereka, dan mereka melakukan apa yang Tuhan mereka amr kan.”

————-

Wahai, Tuhanku, karuniakan aku hadiah berupa akhlak yang mulia untuk menerima KeMahaSucian cahaya-Mu, sehingga mungkin Engkau menjanjikan Tanah-Mu untukku dan senantiasa menetapiku menjadi pelayan-Mu. Sesungguhnya Engkau mengangkat seseorang yang Engkau kehendaki sebagai wali-Mu. dan Kekuatan-Mu melebihi di atas segala sesuatunya. Engkau Memperhatikan dengan cermat, Sang Maha Pengawas.

Semoga Allah merahmati dan memberkahi Rasulullah kita, Nabi Muhammad saw. dan semua keluarga dan karib kerabatnya. Salaam bagi mereka semua. Dia Penghisab Dan Al-Mukmin.

Terj. oleh Wiwik dari Buku “The Seven Days of the Heart”, by Muhyiddiin Ibnu ‘Arabi.

Munajat Jum’at Pagi

Posted in Ibnu Arabi ra., Jum'at, Munajat harian on Agustus 22, 2009 by ullumiddin

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Wahai, Tuhanku, jadikan aku meraih ‘ilm setahap demi setahap.
Jadikan aku senantiasa berputar dalam tingkatan misteri-misteri setiap realitas. Lindungi aku ke dalam Rumah Perlindungan-Mu, dan sembunyikan aku dari rahasia Ketersingkapan-Mu yang tidak mengagungkan Kemuliaan-Mu.

Wahai, Tuhanku, izinkan aku bergantung pada-Mu dalam setiap urusan. Izinkan aku menjadi saksi Kebaikan Kelembutan-Mu dalam setiap langkahku. Bukakan kesadaranku ke dalam Kesatuan, sehingga aku menyaksikan kebergantungan segala sesuatu melalui-Mu, dan menyadari bahwa pandanganku dapat disesatkan oleh semua keberadaan makhlukmu.

Wahai, Tuhan Sang Rahmat dan Dermawan!

Wahai, Tuhanku, melalui lautan kemurnia n pemisahan ALIF dari Dzat-Mu Yang Maha Suci, mandikan aku dengan memisahkan aku dari segala perlekatan yang menghalangi kesadaranku, dan dekatkan aku kepada penemuan apa yang aku cari. Dengan persoalan awal dari TITIK, yang muncul dari Kegaiban Tak Terbatas Dzat-Mu, penuhi aku dengannya sehingga mungkin aku mampu menyediakan tinta untuk menulis HURUF-HURUF dari setiap penciptaan, (dan mungkin aku) mampu melindungi mereka dari bentuk ketidaksempurnaan atau keburukan.

Wahai, Engkau Yang meliputi segala sesuatu dalam Kasih Sayang dan Pengetahuan-Mu, Wahai, Tuhan dari semua kehidupan!

Wahai, Tuhanku, murnikan lahir dan bathinku dari kekotoran dan dari berhenti pada setiap tingkat (tidak berjalan), dengan cara peleburan dari Kesucian-Mu. Tiadakan aku dari kekotoran dengan melebur ke dalam kilatan cahaya Kedekatan-Mu. Berikan aku kesadaran menuju hakikat dari realitas segala sesuatunya dan kejelasan detil-detil setiap bentuk. Izinkan aku mendengar percakapan dari setiap makhluk hidup yang diciptakan dalam pernyataan termurni Ke-ahad-an-Mu di dalam setiap realitas. Perlihatkan Diri-Mu dalam cerminku dengan kesempurnaan Ketersingkapan mutiara-mutiara yang berasal dari Nama Kemuliaan-Mu dan Kekuatan Penaklukan-Mu, sehingga tiada penentang dari golongan manusia maupun jin yang melihatku tanpa terpental kembali melalui kilatan cahaya dari mutiara (yang termanifestasi dalam cermin), yang akan memberikan peringatan kepada diri yang dibujuk rayu untuk melakukan kesalahan; mementalkan mereka kembali dalam kehinaan serendah-rendahnya.

Wahai, Engkau Yang menerima setiap wajah dan yang mengikat kencang setiap busur dalam keberserahan diri total. Wahai, Tuhan dari tuhan-tuhan!

Wahai, Tuhanku, jauhkan aku dari setiap keterpisahan yang memisahkanku dari Kedekatan Bersama-Mu. Hapuskan aku dari segala ketidaktepatan urusanku melalui pelukan Cahaya-Mu. Usir kegelapan karakter kemanusiaanku dengan menyingkapkan kilatan cahaya dari Cahaya Dzat-Mu.

Tolonglah aku dengan sebuah kekuatan alam malaikatutiyyah, yang dengannya aku menguasai (memgang kendali) dan menjauhkan diriku sejauh-jauhnya dari karakter-karakter rendah. Hapuskan kemunculan dari segala sesuatu yang tercipta dari pikiran lahiriyyahku, dan melalui Pikiran-Mu simpankanlah bagiku misteri-misteri yang akan menjagaku ke dalam Kedekatan Bersama-Mu, (sebuah rahasia) yang tersembunyi antara AL-KAAF dan AL-NUUN.

————
“Sesungguhnya Perintah-Nya, ketika Dia menghendaki sesuatu terjadi, Dia berkata “KUN” dan “FA YA KUN”. Milik-Nya lah kemenangan dimana di tangannyalah Kerajaan segala sesuatunya berada dan kepada-Nya mereka kembali.”
————

Wahai, Cahaya dari Cahaya! Wahai, Engkau Yang menaungi makhluk-Mu dengan tebaran Cahaya-Mu! Wahai, Yang Maha Suci! Wahai, Yang Maha Penopang! Wahai, Sang Pemberi Perlindungan! Wahai, Sang Dermawan Yang Lembut! Wahai, Tuhan dari setiap makhluk!

Semoga Allah merahmati dan memberkahi Rasulullah kita, Nabi Muhammad saw. dan semua keluarga dan karib kerabatnya.

Alhamdulillaahi Rabbil ‘Aalamiin.

Terj. oleh Wiwik dari Buku “The Seven Days of the Heart”, by Muhyiddiin Ibnu ‘Arabi.

Munajat Jum’at malam

Posted in Ibnu Arabi ra., Jum'at, Munajat harian on Agustus 22, 2009 by ullumiddin

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Wahai, Tuanku, Kehidupan-Mu kekal abadi;
Firman-Mu tertuang melalui ciptaan-Mu.
Engkau telah mensucikan Diri-Mu dalam Keagungan-Mu;
Engkau telah meninggikan (Al-‘Aliiy) Diri-Mu dalam Kesucian-Mu.
Tiada beban bagimu dalam memelihara setiap makhluk ciptaan-Mu,
dan apa yang tidak tersingkap (gaib) oleh mata makhluk-Mu tidak pernah tersembunyi dari-Mu.
Engkau mengundang siapapun yang Engkau Kehendaki untuk Diri-Mu,
dan melalui Diri-Mu Engkau mengarahkan mereka Menuju-Mu.
Bagi-Mu lah segala Puji dan Maha Kekal Keagungan-Mu.

Aku bermohon dari-Mu bahwa pada setiap saat aku akan setia kepada Kehendak-Mu, bertingkah laku tepat sesuai, dimana Tujuan-Ku hanyalah Kedekatan Bersama-Mu, datang dari buah amal yang bergantung kepada Kepuasan-Mu.

Karuniakan aku hadiah yang berasal dari kilatan rahasia yang akan membukakan hakikat dari amal yang Engkau Kehendaki untuk aku lakukan.
Berikan aku sebuah hikmah yang berpasangan dengan kekuasaan, dan kemampuan untuk menerimanya yang disertai oleh pemahaman.

Sesungguhnya Engkaulah Teman dan Pelindung dari orang-orang yang memohon Perlindungan-Mu; dan Penjawab panggilan siapa saja yang memanggil-Mu.

Wahai, Tuhanku, semoga Kemurahan Hati-Mu senantiasa diberikan kepada-Ku dan semoga selama-lamanya aku menDzikiri-Mu. Izinkan aku meniadakan dzatku dari Diri-Mu, bukan dari diriku. Karuniakan aku dari Wujud-Mu sebuah pengetahuan sempurna yang diketahui dan dibimbing oleh ruhul quds ku.

Sesungguhnya Engkau Mengetahui segala sesuatunya, Maha Mengetahui (yang gaib)!

——
“ Subhanallah, Tuhan Sang Maha Mulia dan Dermawan!

Dengan-Nya kunci-kunci dari kegaiban, dimana tidak seorangpun yang tahu selain-Nya. Dia mengetahui apapun yang ada di dalam tanah atau laut.”
—–

Wahai, Tuhanku, mandikan aku ke dalam kilatan Cahaya-Mu, bukakan bagiku setiap hal tertutup dalam diriku, sehingga aku mampu menyaksikan keberadaanku dalam setiap kesempurnaan sejati yang berasal dari-Mu, bukan dari diriku. Izinkan aku datang mendekati-Mu dengan segenap atribut yang telah Engkau lekatkan padaku, sebagaimana Engkau datang mendekatiku dengan Cahaya-Mu atasku.

Wahai, Tuhanku, kemungkinan-kemungkinan tak pasti pelbagai pilihan adalah atribut diriku, ketiadaan merupakan hakikat dari diriku, dan kefakiran merupakan tempat tinggalku; Wujud-Mu merupakan penyebab tunggal, Kekuatan-Mu adalah wakilku, dan hanya Engkau Tujuanku. Engkau sebagaimana yang aku ketahui dan jauh sebelumnya ( di alam alastu) sudah aku ketahui! Engkau Bersama segala sesuatunya, dan tanpa-Mu tiada sesuatu apapun!

Engkau telah menetapkan wilayah-wilayah pada setiap tingkat perjalanan spiritual, disusun bertahap mulai dari aman hingga berbahaya. Dan itulah Jalan Ketuhanan. Dalam keseluruhan ini, kami berdasarkan atas-Mu, sementara Engkau tanpa (tidak membutuhkan) kami. Bagi-Mu Al-Haqq, Maha Dermawan, Kesempurnaan tak terbatas.

Aku bermohon dari-Mu, dengan Nama-Mu dimana Engkau menuangkan cahaya atas setiap penerima dan dengannya Engkau menghapuskan kegelapan dari ketidakjelasan: penuhi hidupku dengan cahaya yang berasal dari Cahaya-Mu, yang merupakan sumber dari setiap cahaya dan Tujuan sejati dari setiap keinginan sejati, sehingga tiada yang mungkin akan menjelaskanku dari apa yang telah Engkau simpankan dalam setiap atom penciptaanku.

Karuniakan aku hadiah dari sebuah lidah kebenaran yang bisa memberikan ungkapan terhadap penyaksian Al-Haqq, dan berikan aku kemampuan untuk menjelaskan dengan fasih setiap kata-kata-Mu. Lindungi aku dari semua kata-kataku sendiri yang tidak haqq, dan jadikan aku berkata-kata berdasarkan pandangan bathinku.

Ya, Allah, aku berlindung di Dalam-Mu dari setiap kata-kata yang samar, saling bertentangan, tersebar meragukan; Semua kata berasal dari-Mu; dan setiap hikmah yang diterima berasal dari-Mu.

Engkau lah Yang menegakkan lelangit, Yang mengajarkan Nama-nama. Tiada Tuhan selain Allah, Wujud, Ahad, Tunggal, Maha Penopang, tidak diperanakkan dan tidak beranak; tiada seorang pun yang menyerupai-Nya.

Semoga Allah merahmati dan memberkahi Rasulullah kita, Nabi Muhammad saw. dan semua keluarga dan karib kerabatnya.

Alhamdulillaahi Rabbil ‘Aalamiin.

Terj. oleh Wiwik dari Buku “The Seven Days of the Heart”, by Muhyiddiin Ibnu ‘Arabi.

Munajat Sabtu Pagi

Posted in Ibnu Arabi ra., Munajat harian, Sabtu on Agustus 22, 2009 by ullumiddin

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Barangsiapa yang dicengkram dengan kuat oleh Allah, maka ia telah dibimbing menuju Shirothol Mustaqiim.

———

Alhamdulillah, Tuhan Yang mengizinkan aku masuk ke dalam Kemurahan Pemeliharaan-Nya.

Alhamdulillah, Tuhan Yang menerimaku masuk ke dalam Taman Kasih Sayang-Nya!

Alhamdulillah, Tuhan Yang telah mendudukkan aku ke dalam wilayah Cinta-Nya.

Alhamdulillah, Tuhan Yang telah menganugerahkan atasku kesenangan menerima Pilihan-Nya.

Alhamdulillah, Tuhan Yang telah menjadikan aku minum dari sumur-sumur yang di dalamnya terdapat kesempurnaan Janji Allah.

Alhamdulillah, Tuhan Yang telah menjubahiku ke dalam jubah pengabdian sejati kepada-Nya.

Dengan semua pujian itu, apakah ada Pengetahuan Ilahiyyah yang telah aku abaikan dan tolak? Wahai, siapakah yang bisa mengampuni dosa-dosa selain Allah?

Wahai, Tuhanku, Pertolongan-Mu begitu besar, membawaku menuju hidup tanpa berjuang dan tanpa usaha dari diriku sendiri. Melalui Kedermawanan-Mu yang berlimpah-limpah, harapan-harapanku pun meraih Tujuan, tanpa sedikitpun aku layak menerima bagianku dan tanpa kecenderungan (dalam diriku sendiri).

Aku bermohon dari-Mu, dengan Kesatuan dari semua bagian dan dengan Menyaksikan semua bukti, untuk memberikan keamanan sempurna dari cinta yang melawan derita kejauhan dari-Mu; untuk menghapuskan kegelapan penentang yang keras kepala melalui kebenaran bimbingan dari cahaya matahari; dan untuk membuka pintu-pintu amal yang tepat melalui Tangan Penolong. Sesungguhnya Allah penuh kemurahan kepada pelayan-pelayan-Nya.

Wahai, Tuhanku, aku bermohon dari-Mu; Yang dengannya keberadaan kehidupanku dimusnahkan, kenyamanan dari penyaksianku ditinggalkan; dan perbedaan antara aku sebagai seorang saksi dan aku sebagai seorang yang disaksikan ditentukan oleh-Mu melalui penyatuan keadaanku sebagai ciptaan dengan Kehidupan-Mu.

Wahai, Tuhanku, Kesejatian Realitas-Mu menyelamatkan pengabdianku dari ketertutupan awan-awan prasangka dari penglihatan selain-Mu. Jadikan aku penurun (mewarisi) dari Kata-kata Utama-Mu yang diberikan untuk memilih yang terbaik. Jadilah Tuan dari amr ku, pilihkan bagiku setiap keadaan dan setiap keinginan. Tolong aku melalui penegasan dari Ke-ahada-n dan Kedudukan-Mu, baik di dalam setiap gerak dan istirahatku.

Wahai, Cintaku, aku bermohon dari-Mu sebuah perkumpulan kembali Bersama-Mu, dengan cepat; dengan Keindahan yang kreatif, Kemuliaan yang tak tergoyahkan dan Kesempurnaan yang diagungkan dalam setiap keadaan dan dalam setiap hasil.

Wahai, Engkau Yang adalah Dia; wahai, Dia, Yang tidak merupakan bagian dari apapun selain Diri-Nya Sendiri!

Aku bermohon dari-Mu – dengan Kegaiban Tak Terselami dan dengan Dzat Maha Suci; dalam malam ketika gelap gulita; dan subuh ketika mengalir keluar; sungguh ini adalah kata dari seorang utusan mulia, diberkahi dengan kekuatan dan ditentukan kuat dengan Mahkota Ilahiyyah, dilengkapi dengan kepatuhan dan amanah, dalam kejelasan perkataan lidah Arab; sesungguhnya itu diturunkan oleh Tuhan semua makhluk – (aku bermohon dari-Mu) kekuasaan dari seseorang yang mampu memahami dengan jelas maksud dari kata-kata yang berasal dari ketersembunyian jiwa atas bentuk-bentuk lahir dari bentangan Pengetahuan Ilahiyyah yang merupakan hadiah dari pelantikan.

Dan aku bermohon dari-Mu, ya, Allah, bahwa ini akan dibawa untukku, dengan semua kapasitas dari nafas kehidupanku melalui ruh-ruh yang menjawab salamku, (Ketika aku menyapa-Mu) dengan doa-doa yang berkah dan Salaam-Mu Yang kekal kepada tiap orang yang bermaksud disempurnakan pencariannya, penyatuan yang berhubungan dengan pencapaian para pecinta dan juga atas setiap orang yang berhubungan dengan-Nya dalam setiap derajat. Dia Al-Haqq. Menjadikan kami satu dari perkumpulan khusus. Amin.

Semoga Allah merahmati dan memberkahi Rasulullah kita, Nabi Muhammad saw. dan semua keluarga dan karib kerabatnya.

———
Keagungan bagi Tuhan-Mu, Tuhan dari kemuliaan Yang Mahsyur, di luar dari apa yang mereka prasangkakan. Salaam bagi para utusan-Nya.
——–

Alhamdulillaahi Rabbil ‘Aalamiin.

Terj. oleh Wiwik dari Buku “The Seven Days of the Heart”, by Muhyiddiin Ibnu ‘Arabi.

Munajat Rabu Malam

Posted in Ibnu Arabi ra., Munajat harian, Rabu on Agustus 19, 2009 by ullumiddin

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Wahai, Tuanku, Engkaulah pencipta sebab-sebab dan aturan mereka, dan pemimpin setiap qalb dan pergerakan bolak-baliknya. Aku bermohon dari-Mu, dengan Kebijaksanaan-Mu Yang menetapkan susunan dari sebab-sebab utama dan akibat dari yang tertinggi hingga batas terendah, bahwa Engkau menyebabkan aku untuk menyaksikan susunan teratur dari sebab-sebab yang ada, naik-turunnya, sehingga aku lalu menjadi saksi bathin mereka melalui penyaksian realitas lahiriyyah. Izinkan aku melihat hikmah dari keteraturan susunan dengan menjadi saksi bagi Penyusun dan Pencipta sebab-sebab yang mengawali suatu akibat, sehingga mata dari ‘AYN tidak diselubungi oleh TITIK pada GHAYN.

Wahai, Tuhanku, karuniakan aku telinga yang mendengarkan-Mu, yang merupakan KHAF dari pengetahuan Ilahiyyah; dimana aku memulai penyusurannya dalam setiap awal permulaan melalui Nama-Mu Sang Maha Penemu, dimana dengannya Engkau membuka setiap takdir yang telah dituliskan.

Wahai, Engkau, melalui Nama-nama-Mu setiap orang yang sombong terjatuh hina! Segalanya melalui Engkau dan Engkau tidak membutuhkan kami. Engkau Penemu dan Pencipta Pertama dari segala sesuatu.

Alhamdulillah, wahai Engkau, Sang Maha Pendahulu Yang Sempurna, pada setiap permulaan! Kepada-Mu kami bersyukur, wahai, Sang Maha Kekal, pada setiap akhir! Engkaulah yang senantiasa membawa kebaikan di dalam segala sesuatunya, merupakan bathin dari setiap bathin-bathin yang meluas menuju pencapaian yang lebih tinggi, menebarkan persediaan makanan bergizi untuk kehidupan.

Ya, Allah, sirami aku dengan keberkahan selama-lamanya , sebagaimana Engkau telah memberkahi Nabi Muhammad saw. dan Nabi Ibrahim as.

Sungguh ini adalah dari-Mu dan untuk-Mu, dan ini Bismillaahirrahmaanirrahiim. Wahai, Engkau Sang Maha Penemu lelangit dan bumi! Ketika Dia Memerintahkan sesuatu, Dia tinggal berkata, “KUN” , dan FA YA KUN.

Wahai, Tuhanku, Engkaulah Yang secara pasti – dengan kuat – menetapkan suatu sebab pendahulu dari setiap sesuatunya, dan Pengatur setiap nafas yang keluar-masuk dari setiap pembicara dan bukan pembicara. Tiada Tuhan selain Engkau, tidak ada Wujud selain Engkau.

Engkaulah Pemilik kebesaran, kekuatan, kemenangan dan Kerajaan Mulk. Engkau menumpas setiap penindas dan menghancurkan setiap tipu muslihat/ kelicikan/ kecurangan dan ketidakadilan; Engkau memutuskan kumpulan penyimpangan dan menundukkan kesombongan.

Aku bermohon dari-Mu, wahai, Engkau yang mengalahkan setiap pemenang. Wahai, Engkau Yang menyerang dengan tiba-tiba setiap keterpenjaraan: karuniakan aku jubah kebanggaan-Mu, ikat pinggang Kemuliaan-Mu dan tahta dari Kehormatan-Mu; dan terlepas dari semua itu, tiada seorang pun yang tahu selain-Mu, sehingga aku dijubahkan ke dalam kehormatan yang berasal dari Kehormatan-Mu. Kemudian qalb-qalb digerakkan untuk khusyuk dan mata-mata ditenggelamkan ke dalam rasa khidmat. Jadikan aku sebagai tuan yang mampu mengendalikan dan mengunci setiap tiran dan setan dalam diriku, dimana Kuncinya berada di Tangan-Mu. Jaga aku dalam kerendahan hati seorang pelayan-Mu, selamatkan aku dari segala bentuk penyimpangan dan ketercelaan. Dan lindungi aku dari kata-kata dan tingkah laku yang tidak bermanfaat.

Adalah Engkau Sendiri Yang menentramkan qalb-qalb dan melegakan semua ketakutan. Tiada Tuhan selain Engkau.

Semoga Allah merahmati dan memberkahi Rasulullah kita, Nabi Muhammad saw. dan semua keluarga dan karib kerabatnya.

Alhamdulillaahi Rabbil ‘Aalamiin.

Terj. oleh Wiwik dari Buku “The Seven Days of the Heart”, by Muhyiddiin Ibnu ‘Arabi.

domba yang hilang

Posted in Jalalludin Rumi ra., domba yang hilang on Agustus 18, 2009 by ullumiddin

Kelembutanmu adalah gembala bagi semua ciptaan,
menjaga mereka dari serigala rasa sakit
gembala yang penuh cinta bagaikan Musa Sang Kalamullah.

Seekor domba melarikan diri darinya! Musa segera memakai sepatunya
dan kakinya berdarah-darah ketika ia mengikutinya.

Ia terus mencari sampai malam hari tiba;
sementara itu, rombongan ternak telah tidak tampak lagi.

Domba yang tersesat itu kelelahan dan lemah;
Musa membersihkannya dari debu,
dan membelai punggung serta kepalanya,
mengelusnya penuh rasa sayang seorang ibu.

Tiada sedikit pun rasa kesal dan kemarahan,
tiada yang lain, kecuali cinta, rasa kasih dan air mata.

Ia berkata kepada sang domba, “Aku mengerti bahwa
dengan sendirinya engkau tak memiliki rasa kasihan kepadaku,
tetapi mengapa tabiatmu memperlihatkan sikap kasar seperti ini kepada dirimu sendiri?”

Pada saat itu Allah berfirman kepada pada malaikat:
“Manusia seperti ini cocok menjadi seorang Nabi”